Cerita si Anak SMA
Haloo, sobat jejak bocah. Postingan kali ini saya mau ngasih sebuah karangan naratif bercampur deskriptif yang ceritanya tuh hasil karya teman satu kelasku, namanya reta. Silahkan dibaca sampai habis dan tinggalkan komentar yang membangun. Selamat membaca :)
Terdengar suara pintu dibuka. Tampak seorang gadis dengan badan basah kuyup akibat bermandikan air hujan masuk. Dengan masih mengenakan seragam lusuh putih abu-abunya dia letakkan tasnya kemudian dihempaskannya badannya yang kedinginan itu di atas tempat tidurnya tercinta.
Dipandanginya seluruh kamar yang didominasi dengan nunsa biru dan krem itu. Dia tersenyum kecil. Tumben kamarku rapi. Biasanya berantakan. Batinnya dalam hati.
Kemudian dia amati kembali dengan seksama semua sudut kamarnya. Kamarnya tidaklah besar. Mungkin hanya sekitar 6x4 meter. Terletak disudut kiri sebuah tempat tidur ukuran single yang sekarang dilapisi bed cover berwarna oranye. Kemudian berjarak sekitar 2 meter dari kanan tempat tidurnya ada sebuah lemari berwarna cokelat berukuran sedang tempat dia biasa menaruh pakaian. Sebuah lemari tempatnya menyimpan komik dan novel pengusir jenuh. Serta dilengapi sebuah kamar mandi sehingga dia tidak perlu repot-repot untuk keluar dari wilayah pribadi favoritnya itu.
Tetesan air hujan riuh terdengar semakin deras. Sore yang cerah justru berbalut awan kelabu. Suasana redup dan dingin itu mengundang kantuk bagi sang gadis yang tadinya hanya ingin melepas lelah sejenak. Namun, pakaiannya yang basah kuyup membuat dia mengurungkan niat untuk tidur dan justru membuatnya menyeret langkah dengan malas untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian dia berjalan masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kemudian sholat ashar. Selepas sholat, dia mencari laptop yang biasa menemaninya dan membukanya. Ketika laptopnya hidup seperti biasa dia mengecek akun Facebook serta Twitternya. Lama-kelamaan dia merasa bosan. Lalu dia membuka Google dan mulai mengetikkan kata secara acak pada kolom pencarian.
Ketika kemudian dia mengetikkan kata ‘rainbow’ sebagai keywordnya. Muncullah banyak artikel dan penjelasan tentang pelangi yang didominasi bahasa inggris. Lalu diapun mengklik ‘gambar’. Sehingga muncul banyak gambar yang berkenaan dengan pelangi. Dilihatnya satu-persatu gambar itu sambil lalu. Lalu kemudian matanya tepaku pada satu gambar pelangi yang dibuat menjadi bentuk setengah lingkaran dilatarbelakangi warna hitam. Gelap, kelam, simpel, namun indah.
Sang gadis terdiam lama menatap gambar itu dan pikirannya pun melayang kemana-mana. Didengarnya samar-samar hujan diluar semakin lebat. Akhirnya diapun menggerakkan kembali kursornya untuk meniti semakin ke bawah. Diapun menemukan banyak gambar yang menarik perhatiannya berkenaan dengan pelangi.
Banyak dari gambar-gambar itu yang dia download. Ntah karena apa sang gadis selalu merasa bahwa ada sesuatu yang magis pada pelangi. Satu yang terbagi menjadi 7. 7 yang tak pernah egois memperebutkan siapa yang mendapat tempat paling banyak. 7 yang saling bekerjasama. 7 yang saling melengkapi. 7 warna indah yang muncul setelah mendung kelabu pergi. Banyak.. banyak sekali sesuatu yang magis mengenai pelangi untuknya.
Baginya, banyak pula kejadian hidupnya yang dimulai atau diibaratkan dengan pelangi. Bila dia kembali memutar ingatannya kebelakang, banyak momennya yang berhubungan dengan pelangi. Mulai dari kisahnya memandang pelangi, hidup di tengah-tengah 7 warna yang mengisi hari-harinya ketika ia masih memakai seragam putih-birunya. Sampai sekarang. Ketika ia tahu telah menemukan pelangi baru yang akan semarakkan setiap harinya. Pelangi baru yang juga pasti akan menjadi bagian penting dari rentetan kisah masa remajanya.
Setelah dia puas berpikir dan mencari-cari gambar pelangi. Dia bersandar di tempat tidurnya, kembali memandang sekitar kamarnya sambil bersenandung kecil. Ntah lagu apa yang dia nyanyikan dia tak terlalu peduli. Dia hanya ingin meredakan pikirannya saat Mmngingat tugas sekolah yang harus dia kerjakan semakin banyak mendekati ujian semester ini. Terkesiap diapun kemudian teringat akan tugas yang harus ia kumpulkan dua hari lagi. Tergesa ia buka menu Microsoft Wordnya dan berusaha mengumpulkan konsentrasinya untuk membuat tugasnya selesai tepat waktu.
Sudah cukup lama waktu berjalan. Terlihat sang gadis masih sibuk menekuni laptopnya. Namun ternyata dia bukan membuat tugas yang seharusnya dia kerjakan.................
.......
.......
.......
Melainkan membuat sebuah cerita mengenai pengalamannya hari ini.... :D[JejakBocah]



